Sayuran yang Baik dan Berbahaya untuk Ibu Hamil

sayuran untuk ibu hamil

Sayuran yang Baik dan Berbahaya untuk Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan asupan makanan padat nutrisi, supaya bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Salah satu jenis makanan yang kaya akan nutrisi adalah sayuran.

Pentingnya sayuran untuk ibu hamil

Selama kehamilan, penting untuk mempertahankan pola makan sehat. Makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan pertumbuhan bayi.

Diet sehat kaya sayuran dapat membantu menghindari komplikasi, seperti diabetes gestasional dan defisiensi nutrisi, karena kaya akan vitamin seperti beta karoten, vitamin C, dan asam folat.

Sayuran juga membantu bayi mengembangkan berat badan lahir yang sehat, mengurangi risiko anemia, mengontrol tekanan darah, dan menjaga berat badan ibu tetap sehat.

Sayuran merupakan sumber energi, vitamin, mineral, dan serat terbaik. Sebagai catatan, hindari mengonsumisi sayuran dalam kemasan kaleng, karena mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi pertumbuhan bayi. Sebaliknya, sayuran organik sangat dianjurkan, karena tidak terkontaminasi pestisida.

Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi sekitar 2,5-3 mangkuk (sekitar 500 gram) sayuran setiap hari. Sayuran dapat dikonsumsi mentah maupun direbus.

Dengan catatan, ketika ingin mengonsumsi sayuran mentah, pastikan untuk mencucinya dengan air mengalir hingga benar-benar bersih. Pasalnya, beberapa jenis bakteri dapat hinggap dan bersarang pada sayuran mentah.

Jenis sayuran yang bagus untuk ibu hamil

Pada dasarnya semua jenis sayuran mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Namun, sayuran yang baik untuk ibu hamil dan yang paling direkomendasikan adalah sebelas sayuran ini:

  • Ubi jalar

Merupakan sayuran yang menjadi sumber vitamin A, B, C, beta karoten yang baik untuk perkembangan sel tubuh janin.

  • Asparagus

Jenis sayuran ini kaya akan vitamin A, B, E, K.

  • Bit

Bit kaya akan vitamin dan serat. Beetroots juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Brokoli

Brokoli termasuk jenis sayuran untuk ibu hamil dengan kandungan kalsium, vitamin C, K, dan folat yang sangat tinggi. Zat-zat tersebut terbukti bermanfaat untuk mengurangi konstipasi.

  • Selada

Selada adalah sayuran hijau untuk ibu hamil yang kaya akan vitamin A dan C.

  • Kacang hijau

Sayur yang bagus untuk ibu hamil lainnya adalah kacang hijau. Kacang hijau kaya akan vitamin C, K, dan serat.

  • Sayuran hijau gelap 

Sayuran berwarna hijau gelap umumnya kaya akan serat, karotenoid, dan folat. Berbagai sayuran untuk ibu hamil ini dapat mencegah sembelit yang sering dirasakan oleh bumil. Sebab, sayuran berdaun hijau sangat kaya akan serat.

  • Peterseli

Peterseli adalah sayuran yang bagus untuk ibu hamil. Selain tinggi protein, peterseli juga kaya akan vitamin E dan riboflavin.

  • Paprika merah

Paprika merah mengandung vitamin C yang baik dikonsumsi selama trimester pertama kehamilan. Kandungan vitamin C pada paprika merah dua kali lebih banyak daripada paprika hijau, dan tiga kali lebih banyak dari paprika oranye.

  • Daun bawang

Daun bawang setara dengan satu tablet multivitamin dengan mineral. Sayuran ini merupakan sumber kalsium, seperti halnya susu, yang baik untuk perkembangan tulang bayi. Selain itu, kalsium bisa membantu ibu hamil mengurangi insomnia serta nyeri pada kaki.

  • Sayur hijau untuk ibu hamil

Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung menjadi salah satu sayuran yang baik untuk ibu hamil. Sayur bayam untuk ibu hamil dapat mengatasi sembelit, mencegah anemia, meningkatkan imunitas tubuh hingga mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Sedangkan manfaat sayur kangkung untuk ibu hamil di antaranya adalah dapat mencegah cacat lahir pada janin karena mengandung tinggi asam folat.

Sayuran yang dilarang untuk ibu hamil

Saat hamil, ada sejumlah jenis sayuran yang tidak boleh dikonsumsi. Beberapa sayuran tersebut di antaranya:

  • Daun pepaya

Ekstrak daun pepaya rupanya mengandung zat aktif yang dapat menjadi racun untuk rahim.

  • Pepaya muda

Sayuran ini memiliki jenis getah yang dapat memicu kontraksi uterus sehingga bisa menyebabkan persalinan dini.

  • Pare

Mengonsumsi pare saat hamil dapat memberikan efek samping seperti sakit kepala, sakit perut, kram perut hingga diare. Sayuran ini juga dapat menyebabkan kadar gula darah rendah.

  • Jengkol

Sayuran ini mengandung asam jengkolat yang bisa menyebabkan nyeri perut bagian bawah hingga perdarahan saluran kencing jika dikonsumsi secara berlebihan.

Selain keempat sayur di atas, ibu hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi beraneka jenis sayuran mentah yang tidak dimasak dan dicuci dengan bersih selama masa kehamilan karena makanan tersebut dapat terkontaminasi bakteri yang bisa berbahaya untuk tumbuh kembang janin.

Cara aman mengolah sayuran

sayuran untuk ibu hamil

Sayuran yang baik untuk ibu hamil seharusnya melewati proses pengolahan yang baik untuk menjaga nutrisinya. Berikut cara mengolah sayuran yang baik:

  • Pilihlah sayuran yang tidak memiliki kecacatan atau kerusakan dan dalam kondisi baik.
  • Jika ingin membeli produk yang telah dipotong, pastikan produk terbungkus rapat dan diletakkan di area dingin yang dikelilingi es batu.
  • Simpan sayuran terpisah dengan daging dan seafood.
  • Jaga kualitas produk dengan menyimpannya di kulkas dengan kondisi bersih dan rapih serta tidak tercampur produk lain.
  • Gunakan peralatan memasak berbeda untuk memotong sayur dan daging.
  • Selalu cuci sayuran hingga bersih dengan menggunakan air mengalir dan keringkan dengan kain bersih.

 

Baca juga:

No Comments

Post A Comment